Laman

Minggu, 25 September 2011

PERKEMBANGAN FISIK DAN MOTORIK ANAK BESAR


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Perkembangan motorik merupakan perubahan tingkah laku motorik yang terjadi secara terus-menerus sepanjang siklus kehidupan manusia yang dipengaruhi oleh tuntutan-tuntutan tugas, biologis individual dan juga lingkungan. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengn kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.
            Anak besar adalah anak yang berusia antara 6 sampai dengan 10 atau 12 tahun. Perkembangan fisik anak yang terjadi pada masa ini menunjukkan adanya kecenderungan yang berbeda dibanding pada masa sebelumnya dan juga pada masa sesudahnya. Kecenderungan perbedaan yang terjadi adalah dalam hal kepesatan dan pola pertumbuhan yang berkaitan dengan proporsi ukuran bagian-bagian tubuh. Pada masa anak besar pertumbuhan fisik anak laki-laki dan anak perempuan sudah mulai menunjukkan kecenderungan semakin jelas tampak adanya perbedaan.
            Pertumbuhan fisik erat kaitannya dengan terjadinya proses peningkatan kematangan fisiologis pada diri setiap individu. Proses peningkatan kematangan secara umum akan terjadi sejalan dengan bertambahnya usia kronologis. Usia kronologis adalah lamanya waktu terhitung sejak seseorang dilahirkan sampai saat orang tersebut dinyatakan usianya.
B. Rumusan Masalah
1.  Apa saja indikator-indikator untuk menaksir kematangan fisik dan fisiologis, serta pertumbuhan dan perkembangan kemampuan fisik pada anak besar?
2.  Apa saja perkembangan motorik (kasar dan halus) selama periode anak besar?
3.  Apa macam-macam perkembangan kemampuan fisik dalam periode anak besar?
C. Tujuan Pembahasan
1.  Agar pembaca memahami indikator-indikator kematangan fisik dan fisiologis, serta pertumbuhan dan perkembangan kemampuan fisik pada anak besar.
2.  Agar pembaca mengetahui perkembangan motorik (kasar dan halus) selama periode anak besar.
3.  Agar pembaca mengetahui macam-macam perkembangan kemampuan fisik dalam periode anak besar.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Indikator – Indikator Kematangan Fisik dan Fisiologis Anak Besar
            Untuk menaksir kematangan fisik dan fisiologis bisa didasarkan pada usia kronologis, namun taksirannya bersifat umum atau kurang teliti. Indikator yang lebih teliti untuk menaksir kematangan adalah berdasarkan pertumbuhan atau perkembangan unsur-unsur yang ada pada diri seseorang, misalnya: pertumbuhan tulang, pertumbuhan gigi, pertumbuhan tanda-tanda kelamin sekunder, dan pertumbuhan ukuran tubuh. Sesuai dengan beberapa macam indikator tersebut, ada beberapa macam usia perkembangan kematangan fisiologis, yaitu: Usia skeletal, usia dental, usia sifat kelamin sekunder, dan usia morfologis.
            Keempat macam usia perkembangan tersebut tidak menggunakan satuan seperti pada usia kronologis. Usia kronologis menggunakan satuan hari, minggu, bulan, atau tahun, sedangkan usia perkembangan hanya menunjukkan perkembangannya maju, normal, atau terbelakang pada keadaan yang dialami setiap individu.
1)      Usia Skeletal
            Usia Skeletal adalah usia perkembangan kematangan yang didasarkan pada pertumbuhan tulang. Untuk menilai usia skeletal dilakukan dengan cara memfoto bagian tubuh tertentu menggunakan radiograf atau sinar X. Bagian tulang yang difoto biasanya adalah bagian tulang pergelangan tangan, tulang panjang, atau gigi. Hasil foto sinar X yang dihasilkan, kemudian dibandingkan dengan foto radiograf perkembang tulang yang standar. Misalnya hasil foto tulang pergelangan tulang anak usia 9 tahun, setelah dibandingkan dengan foto standar ternyata sama dengan foto standar anak usia 10 tahun, maka berarti anak tersebut tergolong maju tingkat kematangan pertumbuhan tulangnya. Sebaliknya apabila foto anak usia 9 tahun tersebut sama dengan foto standar anak usia 8 tahun, maka berarti tingkat kematangan pertumbuhan tulangnya terbelakang.
            Menaksir tingkat kematangan fisik dengan menggunakan penilaian usia skeletal cocok untuk usia sampai dengan 18 atau 19 tahun, karena pencapaian puncak kematangan pertumbuhan tulang pada umumnya terjadi pada usia antara 18 sampai 19 tahun. Perkembangan skeletal dikatakan mencapai puncak kematangannya apabila pertumbuhan memanjang dan membesar sudah tidak bertambah lagi serta kemasifannya telah maksimal atau dengan kata lain proses osifikasi dan fusi epifiseal telah tuntas. Pencapaian puncak kematangan skeletal pada perempuan terjadi lebih awal dibanding laki-laki.

2)      Usia Dental
            Usia dental adalah usia perkembangan kematangan yang didasarkan pada tumbuh dan tanggalnya gigi. Penilaian dilakukan dengan menghitung jumlah dan macam gigi yang mulai tumbuh. Gigi pertama tumbuh pada usia lebih kurang 6 bulan sampai usia lebih kurang 2 tahun. Pada umur lebih kurang 6 tahun gigi mulai ada yang tanggal dan tumbuh gigi pengganti, ini terjadi sampai usia 13 tahun. Selanjutnya tumbuh gigi tetap yang melengkapi jumlah 20 buah menjadi 32 buah. Apabila jumlah 32 telah tercapai maka berarti kematangan dental telah mencapai puncaknya. Hal ini terjadi pada usia lebih kurang 18 tahun. Pencapaian kematangan dental pada perempuan terjadi lebih awal dibanding pada laki-laki.
3)      Usia Sifat Kelamin Sekunder
            Usia sifat kelamin sekunder adalah usia perkembangan kematangan yang didasarkan pada pertumbuhan dan perkembangan sifat-sifat kelamin sekunder, yaitu dengan mengetahui tingkat kematangan genital, tumbuhnya rambut kemaluan dan perkembangan dada. Cara penilaian usia perkembangan kematangan ini sesuai untuk masa praadolesensi dan pradolesensi dimana sifat-sifat kelamin sekunder tampak jelas perubahannya karena proses perkembangan.
Mulai tumbuh rambut kemaluan dan rambut ketiak, menstruasi pertama atau menarche dan tumbuh buah dada pada perempuan serta mulai bermimpi sampai mengeluarkan sperma dan tumbuh jakun pada laki-laki. Semuanya merupakan tanda-tanda yang menunjukkan mulainya terjadi proses kematangan organ-organ reproduksi. Organ-organ reproduksi adalah organ-organ yang berfungsi dalam proses terjadinya keturunan atau mempunyai anak.
4)      Usia Morfologis
            Usia morfologis adalah usia perkembangan kematangan yang didasarkan pada ukuran tinggi dan berat badan serta berbagai pengukuran antropomatrik lainnya dalam hubungannya dengan usia kronologis. Penilaian terhadap seseorang dilakukan dengan cara membandingkan ukuran tubuhnya misalnya tinggi badan atau berat badan dengan tabel standar tinggi badan atau barat badan yang dibuat berdasarkan ukuran kebanyakan orang seusianya. Dengan mengetahui posisi ukuran tubuhnya pada tabel standar maka dapat diketahui tingkat usia morfologisnya.
            diantara 4 macam cara menilai perkembangan kematangan fisik dan fisiologis, penilaian usia morfologis adalah yang paling mudah dilaksanakan, dengan catatan apabila sudah ada tabel standar. Sayangnya tabel standar yang sesuai untuk anak-anak Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa masih belum ada yang menyusunya.
B. Perkembangan Motorik Periode Anak Besar
1.       Anak Usia 6 Tahun
·         Ketangkasan meningkat
·         Melompat tali
·         Bermain sepeda
·         Mengetahui kanan dan kiri
·         Mungkin bertindak menentang dan tidak sopan
·         Mampu menguraikan objek-objek dengan gambar
2.       Anak Usia 7 Tahun
·         Mulai membaca dengan lancer
·         Cemas terhadap kegagalan
·         Peningkatan minat pada bidang spiritual
·         Kadang Malu atau sedih
3.       Anak Usia 8 – 9 Tahun
·         Kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat
·         Mampu menggunakan peralatan rumah tangga
·         Ketrampilan lebih individual
·         Ingin terlibat dalam sesuatu
·         Menyukai kelompok dan mode
·         Mencari teman secara aktif
4.       Anak Usia 10 – 12 Tahun
·         Perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh yang berhubungan dengan pubertas mulai tampak
·         Mampu melakukan aktivitas rumah tangga, seperti mencuci, menjemur pakaian sendiri , dll
·         Adanya keinginan anak unuk menyenangkan dan membantu orang lain
·         Mulai tertarik dengan lawan jenis.
C. Perkembangan Kemampuan Fisik
            Sejalan dengan pertumbuhan fisik dimana anak semakin tinggi dan semakin besar, maka kemampuan fisik pun meningkat. Ada beberapa macam kemampuan fisik yang cukup nyata perkembangannya pada masa anak besar, yaitu:
1.       Perkembangan Kekuatan
            Kekuatan merupakan hasil kerja otot yang berupa kemampuan untuk mengangkat, menjinjing, menahan, mendorong, atau menarik beban. Semakin besar penampang lintang otot, akan semakin besar pula kekuatan yang dihasilkan dari kerja otot tersebut. Sebaliknya semakin kecil penampang lintangnya, akan semakin kecil pula kekuatan yang dihasilkan.
            Telah diuraikan di depan bahwa pada akhir masa anak besar perkembangan jaringan otot mulai cepat. Pada saat itulah kekuatan anak meningkat cukup cepat pula. Pada anak perempuan peningkatan kekuatan tercepatnya dicapai pada usia antara 9 tahun sampai 10 tahun, sedangkan pada anak laki-laki peningkatan tercepatnya pada usia antara 11 sampai 12 tahun. Peningkatan tercepat dimana anak perempuan mencapainya 2 tahun lebih awal dibanding anak laki-laki adalah sejalan dengan kecenderungan umum dimana anak perempuan secara fisik dan fisiologis mencapai kematangannya lebih awal lebih kurang 2 tahun.
Studi tentang perkembangan kekuatan pada anak-anak biasa dilakukan dengan cara mengukur kekuatan menggenggam. Perkembangan kekuatan menggenggam bisa menjadi indikator perkembangan kekuatan tubuh pada umumnya. Pengukuran kekuatan menggenggam bisa dilakukan dengan cara yang mudah yaitu dengan menggunakan hand grip dinamometer.           Peningkatan kekuatan pada anak-anak erat hubungannya dengan pertumbuhan fisik secara menyeluruh. Sedangkan pertumbuhan fisik akan mengikuti bertambahnnya usia. Kecepatan pertumbuhan fisik selama masa pertumbuhan tidak konstan. Ada masa-masa pertumbuhan pesat pada masa-masa pertumbuhan lambat. Oleh karena itu peningkatan kekuatannya pun ada saat-saat meningkat lambat. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang telah dikemukakan di atas.
            Mengenai perbandingan kekuatan antara anak laki-laki dengan anak perempuan, pada masa kecil bisa dikatakan belum tampak perbedaannya, namun pada masa anak besar perbedaannya semakin jelas dimana anak laki-laki lebih kuat. Perbedaan akan semakin besar pada masa adolesensi.
2.       Perkembangan Fleksibilitas
            Fleksibilitas adalah keleluasaan gerak persendian. Diantara penelitian tentang fleksibilitas yang pernah dilakukan ada satu yang cukup menarik yaitu yang dilakukan oleh Hupprich dan Sigerseth (1950). Mereka mengukur fleksibilitas pada 12 bagian tubuh bagian terhadap 300 perempuan berumur antara 6 sampai 18 tahun. Kesimpulannya adalah sebagai berikut:
·         Sampai umur 12 tahun anak perempuan mengalami kekuatan fleksibilitas secara umum, dan sesudah usia 12 tahun akan mengalami penurunan.
·         Ada pengecualian dalam penurunan fleksibilitas secara umum tersebut, yaitu pada bahu, lutut, dan paha fleksibilitasnya sudah mulai menurun sesudah umur 6 tahun.
·         Fleksibilitas pergelangan kaki adalah yang konstan atau ajeg semua umur.
·         Fleksibilitas pada setiap bagian tubuh tidak ada interkolerasi. Artinya adalah bahwa apabila seseorang memiliki fleksibilitas yang baik pada salah satu bagian tubuh, pada bagian tubuh yang lain belum tentu baik juga fleksibilitasnya. Dengan kata lain fleksibilitas salah satu bagian tubuh tidak bisa untuk menaksir fleksibilitas bagian tubuh yang lain.
3. Perkembang Keseimbangan
     Keseimbangan bisa diklasifikasikan menjadi 2 macam yaitu keseimbangan statik dan keseimbangan dinamik. Keseimbangan statik adalah kemampuan mempertahankan posisi tubuh tertentu untuk tidak goyang atau roboh, sedangkan keseimbangan dinamik adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh untuk tidak jatuh pada saat sedang melakukan gerakan. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa keseimbangan statik adalah keseimbangan pada saat tubuh diam, misalnya sedang berdiri pada satu kaki Sedangkan keseimbangan dinamik adalah keseimbangan tubuh pada saat bergerak, misalnya pada saat sedang berlari atau berjengket.

BAB III
KESIMPULAN

            Anak besar adalah anak yang berusia 6 sampai dengan 10 atau 12 tahun. Perkembangan fisik pada anak besar cenderung berbeda dengan masa sebelum dan sesudahnya. Pertumbuhan tangan dan kaki lebih cepat dibandingkan pertumbuhan togog. Pada tahun-tahun awal masa anak besar pertumbuhan jaringan tulang lebih cepat dibanding pertumbuhan  jaringan otot dan lemah, dengan demikian pada umumnya anak menjadi tampak kurus. Pada tahun-tahun terakhir masa anak besar perkembangan jaringan otot mulai menjadi cepat, hal ini berpengaruh pada peningkatan kekuatan yang menjadi lebih cepat juga.
            Perkembangan kematangan fisik dan fisiologis bisa ditaksir berdasarkan usia skeletal, usia dental, usia sifat kelamin sekunder, dan usia morfologis. Diantara keempat indikator tersebut, penilaian usia morfologis adalah yang paling mudah dilakukan.
                Perkembangan kemampuan fisik yang tampak pada masa anak besar, selain kekuatan juga fleksibilitas dan keseimbangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar