Halaman

Senin, 26 September 2011

MANAJEMEN KESISWAAN TAMAN KANAK – KANAK


Manajemen Kesiswaaan Taman Kanak – Kanak merupakan aktivitas manajemen yang berkenaan dengan pengelolaan siswa di taman kanak – kanak. Pengelolaan siswa taman kanak – kanak merupakan salah satu aktivitas yang sangat penting dalam keseluruhan manajemen penyelenggaraan pendidikan di taman kanak – kanak sebagai pendidikan prasekolah
A. Pengertian Manajemen Kesiswaan.      
            Manajemen kesiswaan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses kerja sama dalam menyelesaikan masalah siswa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Ada 3 hal yang perlu digaris bawahi berkaitan dengan manajemen kesiswaan di TK:
1.      Manajemen kesiswaan itu merupakan keseluruhan proses kerja sama dalam bidang kesiswaan.
2.      Bidang kerja sama dalam manajemen kesiswaan itu adalah menyelesaikan masalah – masalah yang berkaitan dengan siswa.
3.      Manajemen kesiswaan memiliki tujuan tertentu.
B. Tujuan Manajemen Kesiswaan.
            Tujuan manajemen kesiswaan adalah mengatur semua penyelesaian tugas - tugas yang berkenaan dengan siswa. Dan diharapkan semua tugas yang berkenaan dengan siswa berlangsung dengan efektif dan efesien sehingga memperlancar pencapaian tujuan lembaga pendidikan. Tujuan manajemen kesiswaan secara rinci:
1.      Memperlancar pelaksanaan perencanaan siswa sehingga sedini mungkin dapat diupayakan persiapan menyongsong datangnya siswa baru.
2.      Memberikan pelayanan pendidikan sebaik – baiknya sesuai dengan karakteristik siswa, seperti layanan kesehatan dan layanan transportasi.
3.      Menciptakan suasana taman kanak – kanak sebagai lembaga yang tertib dan aman sehingga kepribadian siswa dapat tumbuh dan berkembang secara wajar.
4.      Mempermudah laporan kegiatan siswa.
C. Prinsip – Prinsip Manajemen Kesiswaan.
            Prinsip – prinsip manajemen kesiswaan antara lain adalah sebagai berikut:
1.      Siswa di taman kanak – kanak adalah anak – anak yang berusia 4 – 5 tahun.
2.      Semua program layanan kesiswaan harus didasarkan pada kebutuhan siswa yang bersangkutan.
3.      Penyelesaian manajemen kesiswaan yang baik itu pada dasarnya dapat menciptakan situasi belajar yang tertib dan teratur sehingga kepribadian siswa dapat bertumbuh secara wajar.
4.      Penyelesaian manajemen kesiswaan itu membutuhkan dana, fasilitas, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit.
5.      Penyelesaian manajemen kesiswaan itu dapat dikatakan baik apabila benar – benar dapat memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar.
D. Kegiatan Manajemen Kesiswaan di Taman Kanak – Kanak.
            Ada beberapa kegiatan manajemen kesiswaan di taman kanak – kanak, yaitu:
1.      Perencanaan kesiswaan,
2.      Pengaturan penerimaan siswa baru,
3.      Pengelompokan siswa,
4.      Pencatatan kehadiran siswa,
5.      Pembinaan disiplin siswa,
6.      Pengaturan perpindahan siswa,
7.      Pengaturan kelulusan siswa, dan
8.      Pengaturan pelaksanaan layanan khusus bagi siswa.

MANAJEMEN PEMBELAJARAN TK

Kegiatan belajar mengajar adalah inti proses pendidikan yang berlangsung di Taman Kanak-kanak. Dalam hal ini manajemen kurikulum dan pembelajaran di Taman Kanak-kanak diarahkan pada upaya penciptaan situasi belajar yang tertib dan teratur. Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap manajemen kurikulum dan pembelajaran yang baik agar tercipta proses belajar mengajar yang dengan mudah direncanakan, diorganisasikan, dilaksanakan dan dievaluasi.
Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Taman Kanak-kanak pendekatan pembelajaran memegang peranan yang sangat penting dalam upaya menyampaikan materi bahan ajar pada anak didik, salah satu pendekatan pembelajaran yang baru diterapkan adalah pendekatan pembelajaran sentra atau BCCT (Beyond Centers and Circle Time) yaitu konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong anak didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Depdiknas, 2005).
            Manajemen dibutuhkan dalam semua hal. Inti manajemen berkisar pada perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan yang membuat program pendidikan berjalan dengan sukses, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Disinilah pentingnya manajemen profesional agar TK berhasil secara maksimal. Manajemen pendidikan sebagai pendekatan pengembangan sumber daya manusia kompetitif, sarana pembaharuan sosial yang berkeadilan, serta pembaharuan dunia pendidikan yang konstektual sangat penting bagi eksistensi lembaga pendidikan.
A.  Kelembagaan       
Suatu lembaga pendidikan agar dapat berjalan secara efektif dan efesien diperlukan adanya penataan, pengaturan, pengelolaan, dan kegiatan lain yang sejenis. Langkah – langkah tersebut harus dikonsepkan secara sisitematis. Dalam hal ini, pengelolaan lembaga menitikberatkan pada empat komponen, yaitu: pengelolaan tenaga kerja, pendidik dan tenaga kependidikan; peserta didik; sarana prasarana; dan pengelolaan keuangan.
1.      Pengelolaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
Dalam dunia kependidikan, pengelolaan atas tenaga kerja ini berorientasi pada pembangunan pendidikan. Dedi Supriadi (1999: 176) menyatakan bahwa tenaga pendidik TK / PAUD semestinya disiapkan secara profesional, dimana seorang profesional paling tidak mempunyai 3 unsur utama yaitu:
1.      Pendidikan yang memadai, disiapkan secara khusus melalui lembaga pendidikan dengan kualitas tertentu.
2.      Keahlian dalam bidangnya,
3.      Komitmen dalam tugasnya.
2.      Pengelolaan peserta didik
Pengelolaan peserta didik merupakan suatu penataan atau pengaturan segala aktifitas yang berkaitan dengan peserta didik, yaitu mulai masuknya peserta didik sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari sekolah atau lembaga.
Dengan demikian, pengelolaan peserta didik tidak hanya pencatatan peserta didik, tetapi juga meliputi aspek yang lebih luas yang dapat digunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah.
3.      Memanajemen sarana prasarana
Prasarana pendidikan adalah bangunan sekolah, dan alat perabot sekolah yang berperan dalam proses belajar mengajar walaupun tidak secara langsung. Garis besar tentang manajemen sarana prasarana meliputi:
a.       Penentuan kebutuhan
Menentukan sarana atau fasilitas apa yang diperlukan berdasarkan kepentingan pendidikan di sekolah dengan memperhatikan kekayaan yang ada.
b.      Proses pengadaan
Proses pengadaan sarana pendidikan dapat diperoleh dengan beberapa jalan yang bisa ditempuh.
·         Pembelian dengan biaya dari pemerintah
·         Pembelian dari biaya SPP
·         Bantuan dari BP3 atau komite sekolah
·         Bantuan dari masyarakat


c.       Pemakaian
Penggunaan barang harus dilakukan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga barang – barang tersebut bisa disebut barang infentaris
4.      Manajemen keuangan
Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan keuangan demikian pula dengan sekolah. Sumber keuangan pendidikan berasal dari:
1.      Anggaran negara, antara lain:
·         Anggaran rutin
·         Anggaran pembangunan
2.      Dana masyarakat,
·         SPP
·         Iuran BP3 / komite sekolah
·         Bantuan atau hibah dan lainnya yang sah menurut aturan yang ada.
B. Metode Pengajaran
            Mengajar anak usia dini atau TK membutuhkan metodologi yang unik dan kreatif. Disinilah signifikansi dan urgensi peran seorang guru dalam mendidik dan menggali potensi anak didik. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
            Kualitas pendidik sangat menentukan hasil pembelajaran yang dicapai. Kegagalan dan kesuksesan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas tenaga pengajar yang menguasai materi, metodologi pengajaran, dan kemampuan yang profesional.
            Tahapan mengajar Anak Usia Dini harus di lakukan sesuai dengan perkembangan anak, walaupun pendidikan berlangsung sepanjang hayat, namun menurut Maria Montessori, enam tahun pertama adalah masa paling penting bagi perkembangannya. Maka pendidik harus memilihkan metode yang tepat dalam mengajar yaitu dengan melibatkan anak dalam kegiatan belajar, karena dengan begini anak akan mendapatkan inspirasi dan belajar mengambil keputusan sendiri. Terdapat beberapa metode pengajaran yang di sesusaikan dengan tahap usia anak
1.        Usia 0 – 3 tahun: anak dapat mengikuti kegiatan di sekolah. Metodenya guru memperhatikan komunikasi dengan anak ketika mengajar, guru tidak mendominasi kegiatan anak.
2.        Usia 5 tahun: anak dapat diberikan kegiatan yang bisa memberi kesempatan untuk mengobservasi sesuatu. guru sebaiknya tidak selalu mencontohkan lalu anak mengikuti.
3.        Usia 6 – 12 tahun: perbanyak melatih kemampuan anak bercerita dan mengelurkan apa yang mereka ketahui. Metode belajar ditekankan pada bagaimana anak berpikir kreatif.
Proses belajar – mengajar yang baik adalah jika anak berinteraksi dengan pendidik, karena itu pendidik harus pandai menciptakan situasi yang nyaman, membangkitkan semangat belajar, dan antusias belajar dengan memberikan metide pengajaran yang tepat. Jika tipe belajar anak lebih aktif melalui alat pendengarannya ( auditif ), maka anak bisa di ajarkan dengan mendengarkan kaset yang diselingi dengan menunjukkan gambarnya, dapat juga dengan memutarkan video agar anak bisa melihat (visual) dengan jelas apa yang terjadi. Dengan harapan, tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai
C. Kurikulum
            Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum yang benar akan menghasilan pengajaran dan kegiatan yang terpedu dan holistik yang mengaran kepada visi dan misi pendidikan yang dicanangkan. Disinilah pentingnya menyusun kurikulum yang baik dan benar.
            Kurikulum pada pendidikan harus di sesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Materi maupun metodologi pendidikan yang di pakai dalam pendidikan harus b rnar – benar memperhatikan tingkat perkembangan mereka. Dan kompetensi akademis meruapakn alat untuk mencapai tujuan.

MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT TAMAN KANAK – KANAK


A.    Pengertian Hubungan TK dan Masyarakat
Jumlah Taman Kanak – Kanak di Indonesia cukup banyak. Hal ini menunjukkan betapa besarnya partisipasi masyarakat, yayasan, atau badan social dalam penyelenggaraan TK. Partisipasi masyarakat yang perlu diupayakan dalam penyelenggaraan TK seharusnya tidak sekedar dalam bentuk pendidikan TK oleh yayasan atau badan social. Peran serta masyarakat menjadi umum dan orang tua murid menjadi khusus perlu digalakkan. Ada 2 peran serta yang harus digalakkan, pertama peran serta secara langsung, seperti mendirikan TK yang berkualitas baik. Kedua, peran serta secara tidak langsung seperti aktif dalam kepengurusan maupun keanggotaan Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) atau komite sekolah, atau mungkin dewan sekolah. Peran serta secra tidak langsung tersebut bisa dengan cara menciptakan lingkungan rumah dan masyarakat yang berfungsi sebagai lingkungan pendidikan dan sekaligus sumber belajar bagi anak.
            Pentingnya hubungan kedua pihak :
1.      Dengan adanya hubungan yang harmonis antar TK dan masyarakat dapat dengan mudah mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam memajukan program pendidikan, seperti :
a.       Masyarakat membantu menyediakan fasilitas-fasilitas pendidikan yang diperlukan.
b.      Orang tua memberikan informasi kepada guru tentang potensi yang dimiliki anak.
c.       Orang tua menciptakan lingkungan rumah yang memberikan pendidikan.
2.      Dengan adanya hubungan antara TK dan masyarakat, maka orang tua akan mendapatkan informasi berkaitan dengan pendidikan yang diperoleh anaknya.

B.     Pengertian
Hubungan TK dengan masyarakat dapat diartikan sebagai proses komunikasi antara TK dan masyarakat untuk membentuk pengertian dan kesadaran mereka tentang pentingnya pendidikan sehingga mereka terdorong untuk bekerja sama dengan TK untuk memajukan TK.
C.    Jenis masyarakat
            Beberapa kelompok masyarakat yang dapat dijadikan sasaran program hubungan TK dengan masyarakat :
1.      Keluarga
      Hubungan antara TK dan orang tua murid bisa berbentuk kerja sama dalam menciptakan lingkungan keluarga yang baik.

Beberapa contoh kegiatan kerja sama yang dapat dilakukan oleh orang tua :
a.       Mendorong anak agar selalu masuk sekolah tepat pada waktunya.
b.      Membantu anak yang mengalami kesulitan dalam belajar.
c.       Mengatasi anak yang masih minum dengan menggunakan botol.
2.      Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3)
      Adanya BP3 dapat membantu TK bukan hanya dalam pendanaan pendidikan, namun juga dalam berbagai kegiatan yang dapat memajukan proses pendidikan. Upaya yang dilakukan BP3 :
a.       Menjadi sponsor lomba kreatifitas anak
b.      Menyediakan sarana dan prasarana pendidikan
c.       Menyediakan pelayanan kesejahteraan dan kesehatan bagi anak dan guru.
3.      Gabungan Organisasi Penyelenggara TK Indonesia
GOPTI merupakan wadah yang mengkoordinasikan semua penyelenggara TK. Tujuan GOPTI adalah membina dan mengembangkan pendidikan TK serta turut membantu meningkatkan kesejahteraan anak usia TK.
4.      Ikatan Guru taman kanak-kanak Indonesia
      Selain GOPTI, telah terbentuk sebuah organisasi profesi guru TK yaitu IGTKI. IGTKI merupakan organisasi professional yang menjadi wadah guru-guru TK. Usahaa-usaha yang dilakukan oleh IGTKI-PGRI :
a.       Membina kemampuan professional guru melalui penataran
b.      Porseni
c.       Lomba antar guru
d.      Seminar dan,
e.       Lokakarya.

5.      Instansi Terkait
      Pendidikan TK merupakan kegiatan yang sangat kompleks. Oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan di TK tidak bisa hanya dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Peningkatan mutu pendidikan di TK perlu melibatkan semua instansi terkait. Beberapa instansi antara lain :
a.       Departemen kesehatan
b.      Departemen social
c.       Departemen penerangan
d.      Polri, serta
e.       Kantor menteri kependudukan dan lingkungan hidup
            Selain dengan keluarga, BP3, GOPTI, IGTKI-PGRI, dan instansi terkait, TK perlu mengembangkan hubungan kerja sama dengan tokoh masyarakat, kelompok masyarakat, dan warga masyarakat.


D.    Tujuan Hubungan TK dan Masyarakat
            Secara umum bahwa tujuannya adalah agar tercipta kerja sama yang baik antara personil TK dan masyarakat dalam memajukan pendidikan
1.      Tujuan hubungan TK dengan orang tua
a.       Memupuk pengertian dan pengetahuan orang tua tentang pertumbuhan pribadi anaknya.
b.      Memupuk pengertian orang tua tentang cara mendidik anak yang baik
2.      Tujuan hubungan TK denagn BP3
      Tujuannya adalah memberikan pegertian kepada pegurus BP3 tentang program pendidikan TK yang akan dikembangkan dan hambatan-hambatan dalam merealisasikannya.
3.      Tujuan hubungan TK dengan pihak lain
      Tujuan hubungan TK denagn GOPTI, IGTKI-PGRI, instansi terkait, masyarakat umum yaitu :
a.       Memberiakn pengertian tentang program pendidikan TK yang sedang dikembangkan kepada semua pihak
b.      Menumbuhkan pegertian tentang hambatan-hambatan yang dihadapi  TK dalam merealisasikan program-programnya
c.       Memberiakn kesempatan kepada semua pihak untuk berperan serta dalam memajukan pendidikan TK

E.     Pendekatan Hubungan
            Penciptaan hubungan TK dengan masyarakat yang harmonis menuntut adanya pendekatan bagi kedua pihak, yaitu bagi TK dan bagi masyarakat pendekatan yang baik adalah pendekatan komunikasi dua arah ( two way communication). Dengan pendekatan komunikasi dua arah berarti yang memprakarsai hubungan TK dengan masyarakat itu adalah keduanya.

F.     Teknik-teknik Hubungan
1.      Tenik tertulis
Yang dapat dilakukan antara lain :
a.       Buku kecil pada permulaan tahun ajaran
b.      Pamphlet kecil
c.       Berita kegiatan murid
d.      Catatan berita gembira
e.       Buku kecil cara membimbing anak
2.      Teknik lisan
a.       Kunjungan rumah
b.      Panggilan orang tua
c.       Pertemuan
3.      Teknik Peragaan
                  Hubungan antara TK dan masyarakat dapat dilakukan dengan cara mengundang masyarakat melihat peragaan yang diselenggarakan di TK. Peragaan yang diselenggarakan oleh TK dapat berupa pameran keberhasilan TK penyelenggaraan pentas seni sederhana. Peda kesempatan itu, kepala / guru TK dapat menyampaikan program – program peningkatan mutu pendidikan TK dan masalah atau hambatan yang dihadapi dalam merealisasikan program – program itu.
G.    Pengertian Manajemen Hubungan TK dan Masyarakat
            Manajemen hubungan TK dengan masyarakat dapat diartikan sebagai proses kerja sama perdayagunaan semua sumber daya dalam menciptakan hubungan TK dengan masyarakat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
            Sember daya yang dimaksud disini adalah semua tenaga, dana, dan yang dimiliki oleh TK.
H.    Ruang Lingkup Kegiatan Manajemen Hubungan TK dan Masyarakat
            Manajemen hubungan taman kanak – kanak mencakup kegiatan – kegiatan analisis kebutuhan, pengembangan program, dan pengaturan pelaksanaan hubungan TK dengan masyarakat.
1.      Analisis Kebutuhan
                  Kegiatan pertama dalam administrasi hubungan taman kanak – kanak adalah analisis kebutuhan hubungan taman kanak – kanak dengan masyarakat. Ada 3 kegiatan yang perlu dilakukan dalam menganalisisnya, yaitu:
a.       Mengidentifikasi program – program TK yang perlu mendapatkan dukungan dari masyarakat.
b.      Mengidentifikasi masyarakat yang dapat dijadikan sasaran hubungan.
c.       Menetapkan masyarakat yang akan dijadikan sasaran hubungan.
2.      Pengembangan Program
                  Kegiatan kedua dalam administrasi hubungan TK dengan masyarakat adalah pengembangan program berdasarkan hasil analisis kebutuhan (kegiatan pertama). Ada 3 kegiatan yang perlu dilakukan dalam mengembangkan program hubungan TK dengan masyarakat, yaitu:
a.       Merumuskan tujuan hubungan TK dengan masyarakat.
b.      Menetapkan masyarakat yang akan dijadikan sasaran hubungan antara TK dan masyarakat.
c.       Menetapkan pendekatan yang akan digunakan.
d.      Menyusun rencana operasional, seperti sarana yang akan digunakan, waktu pelaksanaan, dan penanggung jawabnya.
3.      Pengaturan Pelaksanaan Program Hubungan
                  Kegiatan ketiga dalam hubungan TK dengan masyarakat adalah mengatur pelaksanaan program hubungan TK dengan masyarakat. Ada 3 kegiatan yang perlu dilakukan, yaitu:
1.      Membagi tugas pelaksanaan hubungan TK dengan masyarakat pada personel sekolah berdasarkan rencana program yang telah dikembangkan.
2.      Mengoordinasikan semua pelaksanaan hubungan TK dengan masyarakat.
Mengevaluasi keberhasilan pelaksanaan hubungan TK dengan masyarakat.